Menjadi yang Terbaik karena Dibebaskan
Pada tahun 2003, Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) mengukur kecerdasan siswa-siswa sedunia dalam bidang sains, membaca, dan matematika. Hasilnya, Finlandia menjadi negara peringkat pertama. Keunggulan mereka bukan hanya dalam tiga hal itu, tapi juga pendidikan bagi anak-anak lemah mental.
Intinya, Finlandia adalah negara yang punya kemampuan hebat mencerdaskan anak-anaknya. Apa kuncinya?
Kualitas guru. Itulah jawabannya. Paling tidak, itulah salah satunya yang berperan besar. Profesi guru di Finlandia sangat dihargai walau tak bergaji fantastis. Saingan dan saringan untuk menjadi guru di sana cukup ketat, dan kemudian, setelah menjadi guru — ini dia: Mereka bebas menggunakan metode belajar apapun, bebas memakai kurikulum rancangan sendiri, bebas menentukan buku teks pilihan sendiri. Mereka menjadi yang terbaik karena dibebaskan.
Bebas atau kebebasan kerap dikonotasikan negatif. Sebutlah seks bebas, pergaulan bebas, atau bebas semau gue. Nah, sadarkah kita bahwa kebebasan yang kita miliki sebagai manusia adalah kebebasan untuk melakukan hal yang berharga dan mulia? Dosa, dalam kerangka berpikir ilahi — harus kita pahami sebagai ikatan. Dosa bukanlah ruang bagi kebebasan. Jadi, orang yang memiliki dasar dan pemahaman yang benar tentang kebebasan, akan menggunakan kebebasannya untuk menjadi yang terbaik. Nah, bagaimana dengan Anda? (~s.n~)
"Saya belajar bahwa lingkungan mempengaruhi saya, tetapi saya harus bertanggung jawab atas semua yang saya lakukan." (Anonymous)