Produktivitas dan Publisitas

King_stephen Stephen King, penulis horor dan thriller tenar itu, saya dapati menyinggung soal produktivitas dan publisitas dalam dua bukunya. Buku pertama adalah memoarnya yang berjudul On Writing. Di sana ia berkisah pernah mengirimkan sebuah karya yang ditolak oleh sebuah majalah besar. Setelah punya cukup nama dengan menerbitkan beberapa karya lain, karya yang sama ia coba-coba kirim ke majalah yang sama. Eh, dimuat.

Buku lain yang saya dapati menyinggung hal yang sama adalah novelnya yang berjudul Bag of Bones. Di sini, tokoh utamanya, Michael Noonan, adalah seorang novelis yang diminta oleh sebuah penerbit untuk menerbitkan karyanya berkala. Nah, suatu ketika Michael kelimpungan merampungkan novel. Ia lalu mengirimkan novel usang yang sudah mendekam di laci selama 12 tahun dan belum diterbitkan! Diterima, dan bahkan karya itu dipuji penerbit!

Penulis muda mana pun saya rasa pernah stres dengan penolakan. Karena profesi penulis sedikit mendapatkan tekanan dan dukungan dari luar, tak sedikit penulis muda yang akhirnya putus asa dan mundur.

"Berkaryalah terus," kata Pramoedya Ananta Toer, sastrawan tenar itu, "dan jangan pikirkan karyamu kelak diterbitkan atau tidak." Pramoedya sendiri semasa hidupnya berpeluang kecil untuk mempublikasikan karyanya.

Bagi kita yang bukan penulis, baiknya juga belajar hal yang penting di sini bahwa produktivitas adalah sesuatu yang lebih utama dibandingkan publisitas. Yang terakhir kita dapatkan setelah memiliki yang pertama dalam kadar tinggi.

Leave a Reply