Nongkrong di Pasar Hongkong

Nostalgia. Mungkin itu adalah sesuatu yang dapat menghilangkan stres. Lagu-lagu nostalgia laris-manis. Film-film lama yang mengesankan berulang-ulang tayang di televisi dan dicari-cari. Begitu juga teman-teman lama. Teman-teman lama, dalam situasi tertentu, dapat pula mengusir penat.

Dari 8 hingga 20 Oktober 2007 saya berada di Kalbar. Selama di sana saya sempat bertemu beberapa teman lama di Singkawang, kota di mana saya dibesarkan dulu semasa TK hingga SLTP. Di suatu malam kami nongkrong di Pasar Hongkong, sebuah tempat ngumpul yang buka  dari jam sembilanan malam hingga subuh.

Berbagai kenangan lama yang sebelumnya hanya tersimpan di ingatan bawah sadar mencuat-cuat. Teman yang dulu pernah saya gebuki karena suka mengejek nama bapak saya tertawa-tawa tanpa beban. Teman yang mainannya pernah saya curi tak menunjukkan tanda-tanda mendendam. Puji Tuhan, saya meninggalkan Kalbar dalam keadaan di mana saya tak memiliki ganjalan berupa dendam terhadap semua teman saya. Jadi, semuanya menikmati nostalgia.

Setelah derai tawa kami surut, kopi-kopi yang kami minum habis, saya berpikir tentang hubungan antar manusia dengan segala pasang-surutnya. Kita semua sering mengalami konflik, namun baiklah kita sadari bahwa dengan siapapun kita mengalami konflik, marilah kita selalu memiliki hubungan yang tetap baik. Karena, ketika suatu saat bertemu lagi dengan teman lama, hubungan yang baik membuat nostalgia terasa manis.

Leave a Reply