Menghidupi Tujuan dengan Rendah Hati

Beberapa buku membuat pembacanya bertingkah aneh. Beberapa buku membuat orang jadi pembunuh. Il Principe karangan Machiavelli dibaca beberapa pemimpin negara yang kemudian menjadi diktator-pembunuh. Namun, sebuah buku dengan genre serupa teenlit (cerita untuk remaja) ternyata juga mampu "menginspirasi" beberapa pembunuhan.

Itu adalah Catcher in the Rye, karya J.D. Sallinger, yang mengisahkan kehidupan remaja bernama Holden Caufield. Pembunuhan yang terkenal dilakukan Mark David Chapman pada John Lennon, vokalis The Beatles. Mark meminta John menandatangani buku itu suatu pagi. Tak lama kemudian, ia menembaknya. John Lennon tewas.

Holden dalam kisah ini adalah seorang remaja pemarah, yang tak pernah menyukai apapun dalam hidupnya. Segalanya sampah baginya. Ia dikeluarkan dari sekolah karena tak serius belajar, dan mudah berang pada siapapun yang ditemuinya.

Di buku ini sebenarnya sudah ada sebuah nasihat penting dari seorang guru Holden menjelang akhir kisah. Dinyatakan di sana, bahwa orang yang belum dewasa mau mati demi suatu tujuan, tapi orang yang sudah dewasa mau hidup dengan rendah hati untuk mencapai tujuan itu. Nasihat itulah yang menempelak Holden.

Cukup disayangkan nasihat ini tak direnungkan mendalam oleh para pembunuh-pembaca novel ini. Mereka hanya menyimak amarah demi amarah yang tertuang dalam hampir keseluruhan kisahnya. Nah, nasihat itu kini berpulang kepada kita: maukah kita hidup dengan rendah hati untuk mencapai sebuah tujuan? Semoga.

"Orang yang menghalalkan segala cara untuk meraih tujuan hidupnya mengharamkan komitmen, dedikasi dan loyalitas, yang disertai integritas."

Leave a Reply